HIDUP YANG SEMPIT

Juni 19, 2011 at 12:59 am Tinggalkan komentar

Hampir setiap hari kita membaca berita dan mendengar cerita tentang berbagai cobaan dan ketidakpuasan yang dialami masyarakat, seperti sarana penunjang kehidupan yang rusak dan semakin memburuk, termasuk juga protes atas ketidakpuasan terhadap bantuan yang diberikan kepada orang-orang yang ditimpa musibah. Semua fenomena itu menyiratkan betapa masyarakat kita hidup dalam suasana tidak nyaman, dalam himpitan dan kesulitan. Hal itu diperparah dengan tidak berkurangnya kebiasaan “mencari helah” untuk pembenaran “cara yang salah” dalam memperoleh uang, diantaranya korupsi serta pamer kekuatan dan senjata. Kenyataan seperti itulah barangkali yang dimaksud al-Qur’an (surat Thâhâ [20] ayat 124) sebagai hidup yang sempit: “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”

Sebagian ulama mengatakan bahwa kehidupan yang sempit yang disebutkan ayat ini merupakan azab yang diberikan kepada orang kafir di dalam kuburnya.[1] Akan tetapi kalau diperhatikan letak ayat tersebut; ia merupakan peringatan Allah kepada Adam dan isterinya ketika diturunkan ke dunia, setelah sebelumnya minta ampun atas pelanggaran mereka memakan buah khuldi. Maka sesungguhnya dapat dipahami bahwa ayat itu sekaligus merupakan peringatan untuk semua manusia, termasuk juga orang-orang yang mengaku beragama Islam.

Ibn Jawziy[2] menjelaskan bahwa ulama tafsir mengemukakan lima pendapat tentang kehidupan sempit yang dialama seseorang yang dimaksud dalam ayat itu. Pertama, beratnya azab kubur seperti dijelaskan oleh hadis Abu Hurayrah (di bawah). Kedua, kuburannya disempitkan, hingga tulang-belulangnya patah. Ketiga, ia akan mengalami kehidupan yang sangat berat di dalam neraka. Keempat, ia merasa sempit untuk melakukan usaha yang halal, hingga ia melakukan usaha dengan cara yang haram. Kelima, harta yang ia miliki tidak membawanya bertakwa kepada Allah.

Menurut Ibn ‘Abbas, seperti disebutkan Ibn Katsir,[3] kehidupan yang sempit itu adalah “tidak bahagia”. Indikasi kuat terhadap hal itu adalah setiap kali ia menerima sesuatu dari orang lain, sedikit atau banyak, ia tidak pernah merasa puas dan tidak pernah melihat sisi baik dari apa yang diterimanya itu. Orang-orang yang hidupnya sempit selalu berburuk sangka bahwa Allah tidak mengubah hidupnya. Padahal, kalau seorang hamba berburuk sangka kepada Allah, maka Allah akan mempersulit kehidupannya.

Ibn Katsir[4] juga menyebutkan bahwa orang yang berada dalam kehidupan yang sempit tidak akan merasakan ketenangan dan kedamaian di hatinya; hatinya selalu gundah dan resah, meskipun secara lahiriyah ia berlimpah nikmat. Boleh jadi ia dapat memakai pakaian yang ia senangi, makan yang ia sukai dan memiliki rumah yang memadai, namun ia selalu dalam resah, bingung dan bimbang. Ia selalu hidup dalam ketidak pastian.

Penyebab semua itu adalah hati yang tidak tulus dalam keyakinan dan mengikuti petunjuk Allah. Karena, maksud kata “berpaling” yang dimaksud dalam ayat di atas, seperti disebutkan al-Alusiy,[5] adalah “tidak mengikuti”. Artinya, orang yang akan mengalami kehidupan yang sempit itu adalah orang-orang yang tidak mengikuti peringatan dari Allah.

Sebetulnya akibat keengganan mengikuti petunjuk Allah dengan tulus dan menyeluruh itu, seperti disebutkan al-Syawkaniy,[6] bukan hanya kehidupan yang sempit, penuh penyesalan dan susah di dunia. Akan tetapi sanksinya terus berlanjut ke kehidupan dalam kubur sampai ke kehidupan di akhirat. Malahan ia akan merasa lebih sempit, lebih menyesal dan lebih susah di akhirat nanti.

Berat dan sempitnya kehidupan di dalam kubur bagi mereka yang tidak mau mengikuti peringatan yang diberikan Allah, diceritakan dalam hadis yang disampaikan oleh Abu Hurayrah. Dalam hadis itu disebutkan bahwa Nabi bertanya kepada para sahabat tentang maksud kehidupan yang sempit? Para sahabat menjawab: Allah dan Rasulnya yang mengetahui. Nabi menjelaskan: Azab orang kafir di dalam kuburnya. Demi yang nyawaku ada di tangannya, sesungguhnya akan didatangkan kepadanya 99 ekor tanin. Tahukah kalian apa tanin itu? Yaitu 99 ekor ular, yang masing-masingnya memiliki 7 kepala, yang akan melilit dan mematuk serta mengoyak-ngoyak tubuhnya sampai hari berbangkit (HR. Ibn Hibban dan Abu Ya’la)

Kita berlindung dari Allah dari kehidupan seperti itu, dan semua orang tentu juga tidak ingin mengalami hidup yang seperti itu. Jalan keluarnya, seperti disebutkan al-Qurthubiy,[7] jadilah orang-orang yang ber-Islam dengan rela, bersikap qana’ah, dan bertawakkal kepada-Nya. Dengan mengupayakan sikap seperti ini, semoga kelapangan, kemudahan serta kehidupan yang terhormat diberikan Allah kepada kita, sebagaimana disebutkan dalam surat al-Nahl [16] ayat 97 (akan Kami beri ia kehidupan yang bersih).

Semoga…, amin.


[1] Lihat misalnya: Jalal al-Din Muhammad bin Ahmad al-Mahalliy dan Jalal al-Din ‘Abd al-Rahman bin Abi Bakar al-Suyuthiy, Tafsir al-Jalalayn, (Kairo: Dar al-Hadits, t.th.), h. 418

[2] ‘Abd al-Rahman bin ‘Ali bin Muhammad al-Jawziy, Zad al-Masir fi ‘Ilm al-Tafsir, (Beirut: al-Maktab al-Islamiy, 1404 H), Juz 5, h. 331-332

[3] Isma’il bin ‘Umar bin Katsir al-Dimasyqiy, Tafsir al-Qur`an al-‘Azhim, (Beirut: Dâr al-Fikr, 1401 H), Juz 3, h. 163

[4] Ibid.

[5] Muhammad al-Alusiy Abu al-Fadhil, Ruh al-Ma’aniy fi Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim wa Sab’ al-Matsaniy, (Beirut: Dar Ihya` al-Turats al-‘Arabiy, t.th.), Juz 16, h. 276

[6] Muhammad bin ‘Ali al-Syawkaniy, Fath al-Qadir al-Jami’ bayn Finay al-Riwayah wa al-Dirayah min ‘Ilm al-Tafsir, (Beirut: Dar al-Fikr, t.th.), Juz 3, h. 391

[7] Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakar bin Farh al-Qurthubiy, al-Jami’ li Ahkâm al-Qur`ân, (Kairo: Dâr al-Syu’ub, 1372 H), Juz 11, h. 258-259

Entry filed under: Serba-serbi. Tags: , .

Abu Nawas : Yang Lebih Kaya dan Mencintai Fitnah Abunawas Menjadi Penjahit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Juni 2011
S S R K J S M
« Mei    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Halaman

Arsip

Pengunjung

free counters

%d blogger menyukai ini: